| Bahaya Bodoh |
|
|
|
| Minggu, 02 April 2006 02:05 | |||
|
Bahaya Bodoh 1. Bodoh Sebagai Sumber Penyakit
Bodoh adalah salahsatu penyakit hati yang sangat berbahaya. Penyakit ini bisa menyebabkan hal-hal yang tidak seharusnya atau hal-hal yang bahkan tidak dia bayangkan sebelumnya. Sayang sebagian besar penderitanya tidak menyadari sakit yang ia alami. Kompilasi dari penyakit hati ini banyak sekali, misalnya dengki, riya, sombong, ujub (senang membanggakan diri) dsb
Kebodohan menjadi sumber segala penyakit hati dan kejahatan manusia. Kebodohan pada manusia bisa menjadi penyakit yang jauh lebih berbahaya dibandingkan penyakit badan. Penyakit ini menyerang anggota badan akan berakhir dengan kematian. Tetapi penyakit hati akan menghantarkan penderitanya pada kesengsaraan dan kebinasaan yang kekal, didunia dan akhirat
--AlFurqon, 24:44— Allah SWT mengibaratkan orang-orang bodoh yang tidak belajar ilmu agama seperti binatang ternak bahkan lebih sesat dan jelek dari binatang ternak. “Sungguhnya binatang (makhluk) yang paling jelek disisi Allah SWT adalah orang yang bisu dan tuli, yang tidak mau mengerti apa pun (tidak mau mendengar dan memahami kebenaran)” Allah menyifatkan orang-orang yan bodoh itu seperti orang yangb bisu, buta dan tuli. Mereka adalah orang-orang yang jahil terhadap dakwah para Rasul sejak Rasul yang pertama sampai Rasul yang terakhir. Mereka adalah musuh Rasul yang sebenarnya. Hingga dalam salah satu kisah Nabi Musa AS berlindung kepada Allah SWT agar tidak menjadi orang yang jahil sebagaimana ucapannya : --QS. Al Baqarah 2:67--
Allah juga menyebut orang-orang yang menolak kebenaran dan orang-orang jahil yang menolak dakwah para Rasul seperti orang yang mati dan telah terkubur, walau jasad mereka hidup. Ilmu dan Iman inilah yang sesungguhnya menjadikan hati menjadi hidup. Ketika ilmu dan iman tidak terdapat dihati, maka orang itu menjadi mati. Dia tidak tahu apa yang menjadi tujuan hidupnya, apa yang hendak dilakukannya dan apa yang menjadi petunjuknya. Karena kebodohan inilah, seseorang menjadi seperti buta, karena tidak dapat melihat kebenaran. Dia akan kehilangan arah dan tersesat mencari tujuan hidupnya.Orang yang buta mata hatinya karena kebodohannya itu kelak akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Sebagaimana firman Allah SWT --QS Al Isra' 17: 72 & 97--
--QS. Al A'raf 7 :179-- 2. Tanda-tanda orang Bodoh Penyakit bodoh dan kebodohan yang diderita seseorang bisa ditengarai dari beberapa hal yakni : 1. Merasa putus asa dan kecewa dengan rahmat Allah SWT 3. Mengatasi Kebodohan Semoga umat Islam cepat sadar dari keadaan dan penyakit yang berbahaya dan mengerikan ini untuk kemudian meraih kehidupan yang diridhoi Allah SWT. Segala penyakit mempunyai penawarnya. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika kita ingin menghindari atau ingin menyembuhkan kebodohan dalam diri yakni dengan :
Jalan terbaik untuk menghilangkan keadaan bodoh adalah mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat. Karena kebodohan adalah penyakit hati yang tidak ada obatnya kecuali dengan ilmu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW (HR Ibnu Majjah dan Ahmad). Ada banyak sekali ilmu yang berkembang saat ini, pelajarilah sebanyak mungkin ilmu-ilmu yang membawa kemaslahatan bagi manusia dan diridhai Allah SWT. Carilah guru atau orang-orang pandai yang bisa menjadi tempat kita bertanya. Janganlah berhenti setiap kali menemukan kesulitan. Ketekunan mempelajari banyak ilmu akan membawa kita pada kedewasaan berpikir dan bertindak, sehingga kita bisa menjadi umat yang bisa membangun masyarakat yang maju dan adil.
Oleh karena itu Allah SWT menurunkan Quran sebagai obat bagi segala penyakit hati, sebagaimana firman Allah SWT : --QS Yunus 10:57--
Al Quran tak lain adalah dokter yang kita butuhkan yaitu dokter hati. Perlunya hati terhadap ilmu seperti perlunya nafas terhadap udara bahkan lebih besar.
Ilmu bagi hati laksana air bagi ikan, apabila hilang air, maka matilah ikan. Jadi kedudukan ilmu bagi hati tak ubahnya cahaya bagi mata, mendengarnya telinga terhadap ucapan lisan. Apabila semua ini hilang maka hati itu laksana mata yang buta, telingan yang tuli dan lisan yang bisu. [] -- disarikan dari karya Abdul Madjid S oleh mfirmanshah--
|
Add your comment
| |








