Mengapa Wanita Mudah Menangis? PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Desember 2005 21:27

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang  bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?".  Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak  lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan  pernah mengerti...."

Mengapa Wanita Mudah Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang  bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?".  Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak  lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan  pernah mengerti...."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya.  "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang  jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa  alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi  remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita  menangis.  Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya  Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan  menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.  Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan  isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk  menahan kepala  bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat  melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali  ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang  akan  membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk  merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa  berkeluh  kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih  sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan   situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan  dan hatinya. Perasaan ini pula  yang akan memberikan kehangatan pada  bayi-bayi yang mengantuk  menahan lelap. Sentuhan inilah yang  akan  memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing  suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung  baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap  hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa  suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan  menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri  sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat  mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah  kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata  ini adalah air mata kehidupan". (Zuriati Ibrahim)

 

Add your comment

Your name:
Judul:
Comment:

Banner