Kolom Khusus

 
Kalender Kegiatan Remaja Islam Sunda Kelapa

Radio Streaming RISKA
Live Kajian PARIS


listen with Window Media Player   listen with Winamp   listen with iTunes   listen with RealPlayer

Support Online RISKA


Partner RISKA

Banner

RISKA Movie Production

Qaulan 'Azhima PDF Cetak E-mail
Selasa, 27 Desember 2005 21:11

“Qoulan 'Azima” adalah jenis kata-kata yang wajib dihindari. Inilah jenis kata-kata yang dipakai oleh orang-orang sombong, orang-orang yang suka memperolok-olokkan atau menghina Allah Ta'ala dan agama yang diturunkan Nya.




QOULAN 'AZHIMA
(Kata-kata yang besar (dosanya))

“Qoulan 'Azima” adalah jenis kata-kata yang wajib dihindari. Inilah jenis kata-kata yang dipakai oleh orang-orang sombong, orang-orang yang suka memperolok-olokkan atau menghina Allah Ta'ala dan agama yang diturunkan Nya. Tentu saja juga orang-orang yang merasa dirinya lebi daripada orang lain (sombong). Ia dengan mudah mengucapkan kata-kata yang mengejek atau menhina orang lain, demikian juga kata-kata yang berisi bohong, fitnah, caci maki dan lain-lain (ucapan yang tidak pantas) yang kesemuanya itu akan melahirkan dosa besar bagi diri sendiri. Jadi Qoulan 'Azhima ini adalah lawan kata dari Qoulan Maisura (kata-kata yang pantas diucapkan)

Kata-kata Qoulan'Azhima ini muncul di dalam Quran surat Al Isra ayat 40 : “Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki, sedangkan Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan diantara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar telah mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya)”. Turunnya ayat ini adalah sebagai jawaban terhadap pertanyaan orang-orang kafr. Ketika mereka menginginkan anak laki-laki, tetapi Allah memberikan anak perempuan kepada mereka Ditambah lagi, bahwa orang-orang kafir tersebut menyangka bahwa Allah tidak memiliki anak laki-laki, kecuali (yang dimiliki Allah) hanay anak perempuan. Maka turunlah ayat (QS 17 : 40) ini, sebagai teguran atas kesombongan orang-orang kafir tersebut.

Jadi Qaulan 'Azhima ini adalah jenis kata-kata yang harus kita hindari dalam komunikasi dan interaksi kita dengan orang lain. Karena hanya akan mendatangkan dosa besar diri kita sendiri.
 

Add your comment

Your name:
Judul:
Comment:

Banner