| Palestina Dalam Serangan GAZA |
|
|
|
| Rabu, 04 Maret 2009 08:14 | |||
|
Alhamdulillah kegiatan PC "Sharing ttg Palestina Dalam Serangan GAZA" telah terlaksana dengan lancar.... benernya masih banyak yang mo di tanya, sampai lupa waktu. Jzkllh untuk sahabat PC yang sudah datang dan mas Mahendro yang rela meluangkan waktunya berbagi cerita. Hamas (yang sah memimpin Palestina sejak 2007 dan mengalahkan Fattah) memang tidak pernah mengakui kedaulatan Israel. Namun bagi Israel, Fatah memang dikenal bisa diajak kerja sama. Semua terbukti dengan banyaknya Yahudi di Tepi Barat (Tepi Barat sebagai tempat kekuasaan Fatah). MASYARAKAT Roda ekonomi di jalur Gaza memang berjalan pada umumnya. Tapi, 70% dari 1,5 juta jiwa (yaitu sekitar 1 juta warga) adalah pengangguran atau tidak memiliki pekerjaan tetap. Kebanyakan mereka menjadi supir taksi dan milisi, sebagian kecil bekerja sebagai supir angkot dan pedagang. Selain tingkat pengangguran yang tinggi, harga kebutuhan sehari-hari sangatlah mahal. Pengiriman logistik harus melalui berbagai pos, dan tiap pos memiliki biaya masing-masing, jadi..... barang-barang kebutuhan kebanyakan via perdagangan gelap dan Ilegal. Tapi mereka tetap bisa hidup dalam berbagai situasi. Subhanallah.... Bantuan Jaringan Pengamana Sosial (JPS) menjadi hal penting bagi mereka. Juga hidup sederhana menjadi satu-satunya pilihan. Hanya makan roti keras/roti Lebanon, yang dioles dengan zaitun atau keju, bisa membuat mereka terus hidup. Infrastruktur di Gaza juga banyak mengalami kehancuran. Banyak rumah dan gedung rata dengan tanah dan menjadi tempat bermain anak-anak. Kalau bebicara tentang anak-anak Gaza sebagai calon pemimpin bangsa Palestina, mereka sangatlah menyadari pentingnya sekolah. Sekolah, menjadi salah satu jalan untuk jihad. Dengan bersekolah, mereka yakin akan memiliki ilmu lebih untuk mempertahankan tanah kelahirannya, kelak. Sedangkan, remaja Gaza juga sudah memiliki keberanian untuk mendukung Hamas. Mereka sudah siap rela berkorban untuk tanah kelahiran mereka. Bagi warga yang dewasa, sebagian memilih ingin keluar dari Gaza dan mencari tempat kerja yang lebih baik. Seorang Ibu juga berkata sudah lelah dengan perang tiada henti. Masyarakat sipil (yang sering menjadi korban) juga mempertanyakan mengapa Israel memilih rumah penduduk sebagai sasaran bom, bahkan lokasi yang bukan sarang Hamas-pun menjadi target. Jadi, mengapa ada pihak yang berspekulasi bahwa Hamas menggunakan warga sipil sebagai ”benteng” ? PEMERINTAHAN HAMAS Hamas memang populer bagi masyarakat Gaza. Sebagai pemimpin, Hamas mencoba melindungi rakyatnya dengan mempertahankan Gaza sebagai tanah Palestina. Peperangan menjadi jalan terbaik untuk menentang Israel. Menkes Hamas juga pernah menyatakan perdamaian hanya terjadi setelah blokade Gaza terhenti. Hamas juga membagikan dana untuk warga sipil sebagai korban serangan Israel. Sayangnya, dana yang awalnya tunai (sehingga bisa dinikmati warga secara langsung), mulai berubah dalam bentuk cek, karena Gaza memang sangat kekurangan uang tunai. Yang pasti, selama pemerintahan Hamas, tidak adanya korupsi dan kejahatan di Gaza (berdasarkan pernyataan beberapa penduduk Gaza). Karena itu, Hamas kini lebih populer dibandingkan Fatah. REAKSI BANTUAN DARI INDONESIA Nama Indonesia cukup populer di masyarakat Gaza. Bagi mereka, Indonesia adalah salah satu negara (berserta Turki) yang sangat menunjukkan kepedulian sosial. tentunya, selain Indonesia sebagai negara dengan berpenduduk muslim yang besar. Negara Indonesia cukup dikenal, mulai dari supir taksi sampai milisi Hamas. PASCA LIPUTAN Rekonsiliasi hamas dan fatah mulai menjadi isu hangat setelah liputan langsung di Gaza berakhir. Semoga, Anak-anak, sebagai generasi baru Palestina yang memang dikenal berani, tidak berpendapat nyawa seseorang itu sangatlah tidak berharga. Dan, Arus pengiriman bantuan, akan dipermudah di jalur Gaza, karena kenyataannya, sangatlah susah untuk bagi pihak manapun untuk menyalurkan sumbangan, baik jalan darat, laut maupun udara. (terakhir, pihak Mercy kesulitan masuk ke jalur Gaza lagi, bahkan masih ada dana besar yang harus dan belum bisa disalurkan). *berdasarkan penuturan Mahendro (reporter Metro TV yang meliput serangan Israel ke Gaza), dalam acara sharing PC, di ruang Piska-Riska, pukul 10.30-13.45 WIB.
ditulis oleh : Wuri Nugraeni, PC (RISKA)
|
Add your comment
| |








