| Orthomolecular Medicine |
|
|
|
| Jumat, 14 Juli 2006 00:41 | |||
|
Betulkah orang sekarang cenderung gemuk tetapi kurang gizi? Empatperlima orang Amerika kekurangan asupan mineral (Dr. Donald Oberleas, Departemen of Nutrution and Food Sciences University of Kentucky). Dari 16.000 orang Amerika yang diteliti, semuanya kekurangan mineral . Rata-rata orang Amerika sekarang kekurangan mineral esensial, selain sudah terpolusi elemen yang bersifat racun, disebabkan empat hal: (1) menu harian tidak memadai lagi; (2) tanah bumi yang sudah kritis dan tercemar; (3) kebiasaan mengonsumsi makanan olahan; dan (4) lingkungan alam yang semakin terpolusi. Apa yang dimaksud dengan mineral? Setiap hari tubuh membutuhkan sekitar 29 jenis mineral dari makanan harian. Dari sekian banyak jenis mineral, menurut ukuran kebutuhannya sebagian besar terdiri dari elements, dan sebagian kecil trace elements. Kebutuhan elemen diukur dalam takaran microgram (sepersejuta gram, ppm, ppb), sedang kebutuhan trace elements lebih kecil lagi, yakni nanogram (seperseribu microgram). Mineral bekerja di tingkat sel tubuh dalam bentuk anorganik, sedang yang kita konsumsi berbentuk mineral organik (dari menu hewani maupun nabati). Mineral esensial diperlukan untuk memelihara sel-sel tubuh. Jika kekurangan mineral, sel akan mati atau terganggu fungsinya. Banyak penyakit dan gangguan organ tubuh berawal dari kekurangan mineral esensial (Dr. Walter Mertz, US Department of Agriculture). Namun pengetahuan tentang mineral masih belum banyak. Mengapa mineral penting? Di tingkat sel, mineral membantu memproduksi energi dan mengatur kecepatan reaksi kimia tubuh, selain membantu kerja hormon juga. Mengapa orang terancam kekurangan mineral? Orang sekarang terancam kekurangan mineral karena beberapa hal: (1) orang sekarang aktivitas fisiknya kurang begitu aktif sehingga butuh kalori lebih sedikit; akibat porsi makan lebih sedikit sedang kebutuhan mineral tetap. Akibat porsi makan yang lebih sedikit ini maka asupan mineral (yang sudah sedikit kandungannya dalam bahan makanan) semakin sedikit masuknya. (2) Orang sekarang cenderung mengonsumsi makanan olahan; makanan yang sudah diolah (refined diet) kehilangan sebagian besar mineralnya. Sekarang orang cenderung mengonsumsi empty calory dan high processed food. Sebagai akibatnya Kalium, natrium,dan fosfat justru terlalu banyak ditambahkan dalam makanan olahan sehingga mengganggu keseimbangan mineral tubuh. (3) Cara pertanian modern yang monokultur (menanam jenis tanaman yang sama sepanjang tahun) menghabiskan kandungan mineral dalam tanah. Pemupukan kimiawi hanya mengisi sebagian kecil kebutuhan mineral tanah karena pupuk utama hanya mengandung unsur Nitrogen, Fosfat, dan Kalium saja sehingga tanah tetap miskin unsur mikro lainnya. (4) Bumi sudah kehilangan lapisan atas tanah (topsoil) yang kaya akan mineral sejak beberapa dasawarsa lalu. Studi Lester Brown (Kepala World Watch Institute di AS) dan beberapa negara, menunjukkan produksi dan mutu pertanian menurun akibat sebagian besar topsoil selama berpuluh-puluh tahun sudah luruh ke sungai dan laut (bumi kehilangan 5,5 milyar ton topsoil setiaptahun). Namun walaupun kekurangan trace elements iodine (iodium), selenium, chromium (yang sangat vital bagi tubuh manusia), tanaman tetap bisa tumbuh. Itu berarti sekarang manusia mengonsumsi sayur, buah, makanan pokok, unggas, dan ternak yang sudah tidak lengkap kandungan mineralnya. Lama-kelamaan, dengan mengonsumsi bahan makanan yang tidak bermineral vital lagi, tubuh akan menderita penyakit-penyakit atau gangguan akibat kekurangan mineral vital. Sebagian trace elements juga terbuang oleh cuaca. Kini 44 jenis mineral ditemukan di laut, tetapi 20 jenis trace element tidak ada lagi dalam tanah. Bagaimana dengan kebutuhan zat gizi lain? Hal yang sama juga terjadi untuk beberapa jenis vitamin, asam amino esensial, dan beberapa zat gizi vital yang hilang atau tidak terkandung lagi dalam jenis menu kebanyakan orang modern (junk food, makan siap saji lain). Makanan siap saji (junk food) serta makanan instan cenderung tinggi kalori, tinggi lemak, boros garam dan gula, tetapi rendah, dan kurang lengkap zat gizi vitalnya. Mengapa kekurangan zat gizi vital terabaikan? Bahaya kekurangan mineral dan zat gizi vital terabaikan sebab (1) survey dan pengetahuan akan mineral masih terbatas; (2) tidak mudah mengukur kekurangan semua jenis mineral dalam tubuh; (3) pemeriksaan mineral tubuh dengan "hair analysis"masih terbatas pemakaian dan kegunaannya; serta (4) orang dengan kekurangan mineral tidak menunjukkan gejala dan keluhan yang sangat nyata, sehingga kurang menghiraukannya, tetapi fungsi sel-selnya sebetulnya sudah mulai menurun Apa "Orthomolecular Medicine" itu? Orthomolecular Medicine (OM) cabang baru dalam dunia medis yang tahun 1968 diprakarsai oleh Linus Pauling peraih Nobel Kedokteran. Tujuannya memberikan kepada tubuh zat-zat alami dengan takaran yang optimal, dalam praktik pencegahan sekaligus pengobatan. Ini paradigma baru dalam dunia medis yang kemudian menjadi sebuah spesialisasi baru sebagai complementary medicine. Buat praktisi OM, penanggulangan penyakit dan gangguan tubuh didekati dengan menyeimbangkan (kembali) semua unsur biokimiawi dalam sel. Untuk itu peran vitamin, mineral, asam amino (gugus protein), asam lemak, dan sejumlah zat gizi lain, dapat mengoreksi keabnormalan biokimiawi penyebab munculnya penyakit, sehingga selain dapat bertindak sebagai pencegah, dapat pula mengobati penyakit, atau gangguan organ tubuh. Akibat salah menu, kondisi tanah, pola hidup, dan polusi alam, tubuh orang sekarang menderita kekurangan zat gizi vital, selain sel tubuh memikul beban timbunan unsur polutan berbahaya dari tahun ke tahun. Ibu rumah tangga yang lesu-lemah tanpa sebab yang jelas, kemungkinan keracunan timbal (Pb). Timbal pada anak berakibat hyperactive, dan gangguan personalitas. Kalangan eksekutif yang nyeri kepala terus tanpa sebab yang bisa dijelaskan, atau sering sakit pinggang, letih lesu, tremor, kemungkinan keracunan mercury (Hg} akibat kebanyakan mengonsumsi seafood dari perairan pantai yang tercemar logam berat ini. Jadi betul konsep "Gizi Sebagai Obat"? Saat ini OM sudah berkembang luas. Institut Linus Pauling didirikan tahun 1996 di Oregon, AS, sementara Linus Pauling of Science and Medicine sudah ada sejak 1973. Tujuan institut itu berbasis pada premis: mengoptimalkan diet sebagai kunci untuk memperoleh kesehatan optimal. Misinya memahami efek zat makanan terhadap mekanisme dan faali di tingkat molekul; serta menentukan fungsi dan peran zat gizi mikro (micronutrients), vitamin, dan kimiawi tumbuhan (phytochemicals) dalam pemeliharaan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan penyakit,. Wilayah jelajahnya mencakup riset di bidang kanker, penyakit jantung, proses menua, penyakit saraf degeneratif, dan pernyakit-penyakit gangguan kekebalan tubuh. Untuk itu OM mencakup tidak kurang dari 20 disiplin ilmu, dengan paradigma "primum non nocere"atau "first, do no harm" atau "put nutrition first". Setiap orang wajib mendengarkan apa kata tubuh, dan setiap dokter wajib mendengar suara pasien. Apa yang dapat kita lakukan dengan menu harian kita? Orang modern cenderung salah dalam memilih bahan makanan, mengolah menu, dan menyajikannya. Yang kita konsumsi cenderung berlebihan, kehilangan banyak zat gizi vital, selain kelebihan bahan berbahaya dalam bahan pe-ngawet, zat wama, dan bumbu penyedap. Menu kita cenderung boros gula. Konsumsi gula dunia meningkat. Orang Amerika mengonsumsi 100 pon gula setiap tahun, dan orang Jepang 50 pon. Kelebihan gula mempertinggi risiko penyakit usus diverticulitis. Menu kita juga kelebihan garam dapur sepuluh kali lebih banyak dari kebutuhan tubuh. Garam sendiri pada orang yang peka meninggikan tekanan darah. Menu siap saji dan junk food rata-rata sudah kehilangan zat gizi vital. Sedangkan sayur dan buah, selain juga kehilangan mineral dari tanah yang sudah kritis, akibat diolah (disimpan, diawetkan, diberi bahan kimiawi) kehilangan serat (fiber) dan vitamin yang dikandungnya. Begitu juga biji-bijian, kacang-kacangan, dan semua bahan dari alam sudah tidak sealami zaman kakek-nenek kita. Kita kelewat banyak mengonsumsi daging-dagingan. Rata-rata orang Amerika makan 250 pon daging setiap tahun. Orang Jepang hanya 40 pon setahun. Kelebihan mengonsumsi lemak daging berisiko kanker payudara dan usus. Air minum kita pun sudah kehilangan mineral alaminya, dan kelebihan unsur berbahaya dari cemaran pabrik. Semua bahan makanan kita sudah serba diolah dan dikimiakan. Paling ideal jika menu berasal dari bahan alami tanpa disentuh pupuk dan bahan kimawi buatan. Bahan kimiawi buatan ini termasuk juga obat-obatan suplemen/ vitamin yang dengan mudah diperoleh di pasaran. Konsep makan kembali ke alam menjadi ilham pertanian organik (tanpa pupuk buatan). Lebih sehat jika mengonsumsi semua makanan dari alam. Sebisa mungkin memilih yang belum tercemar. Kembali ke menu makanan tradisional, seperti ikan laut, sayuran, kacang, biji-bijian, umbi-umbian, lebih menyehatkan ketimbang makanan kaya kalori tetapi miskin mineral seperti mie instan, atau pizza, burger, cake, dan steak sekalipun. Itu sebabnya, kesehatan kita ditentukan oleh apa isi lemari dan meja makan kita. Tubuh kita merupakan otobiografi apa yang selama ini kita makan, kata Frank Burgess. dari : dr setyo rohadi/she/pama --mfirmanshah--
|
Add your comment
| |








