| Sejarah RISKA |
|
|
|
| Kamis, 05 Februari 2009 12:36 | |||
|
Jauh sebelum nama RISKA dikenal oleh kalangan remaja sekarang, aktivitasnya dimulai dari sekelompok remaja yang apabila bulan puasa tiba mereka selalu aktif mengikuti kegiatan sholat tarawih di BAPPENAS dan Wisma Yani. Melihat keadaan demikian, orang tua mereka berembuk untuk memberikan arah dan wadah terhadap para remaja mereka untuk mendekati dan mendalami ajaran Islam. Sebagai tindak lanjutnya diadakanlah ceramah agama yang lazim disebut “Pengajian” dari rumah ke rumah, dikontrol dan dikoordinir orang tua mereka serta sifatnya masih kekeluargaan. Lama kelamaan para remaja berkeinginan mengkoordinir kegiatan ini di bawah pengawasan orang tua mereka. Setelah kelompok pengajian ini terorganisir dengan baik, dibentuklah kepengurusan untuk mengkoordinir dengan susunan : Ketua : Eddy Lukman Nataatmadja Sekretaris : Dudy Machmoed Pada bulan Desember 1968, diselenggarakanlah pengajian untuk pertama kalinya. Karena pengajian tersebut diselenggarakan di rumah Ibu Haji Machmoed di Jl. Subang 12, maka nama pengajian waktu itu adalah “Pengajian Putera-puteri Jalan Subang”. Periode kepengurusan Drs. Eddy Lukman Nataatmadja ini berlangsung dari tahun 1968 sampai dengan 1971. Periode berikutnya adalah dari tahun 1971 – 1974, di mana pada masa ini kegiatan pengajian di atas sudah mulai berkembang beserta struktur keorganisasian yang semakin tahun , semakin membaik. Pada tahun pertama strukturnya sangat sederhana sekali, yang terdiri dari: Ketua : Nizwar Zulkarnaen Sekretaris : Imma Basarah Bendahara : One Odang Selama empat tahun, organisasi mengalami beberapa perubahan antara lain perubahan nama menjadi “Pengajian Muda-mudi Sunda Kelapa” ditambah dengan kegiatan-kegiatan bimbingan tes masuk perguruan tinggi, khitanan masal dan bazaar. Bertepatan dengan tanggal 2 Pebruari 1974, sehubungan pembubaran panitia khitanan masal di rumah Laksmi Rakun Jl. Garut 13, Menteng, berakhirlah kepengurusan periode 1971 – 1974. Selanjutnya, mereka digantikan oleh pengurus periode 1974 – 1976, dengan susunan : Ketua Umum : Muslih Muhsin Sekretaris Umum : Asransyah Rasyid Bendahara : Laksmi Rakun Mulai periode kepengurusan ini kegiatan pengajian mengalami perkembangan pesat. Selain pengurus inti di atas, masih terdapat beberapa sie, diantaranya sie keputrian, olahraga, kesenian dan kerohanian. Selama periode ini, Pengajian Muda-mudi Sunda Kelapa banyak melakukan aktivitas yang sedikit banyak mengubah cara pandang banyak orang yang sinis terhadap Islam (seperti menganggap bahwa Islam itu identik dengan kampungan). Salah satu acara fenomenal yang diadakan adalah lomba sepatu roda dan rally sepeda yang kepanitiaannya diketuai oleh Faizal Motik. Acara ini sendiri mendapatkan respon yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya peserta dari kalangan remaja, walaupun acara ini diadakan oleh sebuah pengajian. Nama RISKA sendiri lahir bertepatan dengan kunjungan sosial kepada Anak-anak Negara Tangerang tanggal 28 Mei 1974. Adalah Asransyah Rasyid, waktu itu dipercaya menulis pengumuman, mencetuskan nama “Rombongan RISKA” untuk ditempelkan pada setiap kendaraan para peserta kunjungan. Ide ini awalnya berasal dari Faizal Motik, yang menurutnya Pengajian Muda-mudi sebaiknya diganti dengan “PERISKA” sebagai kependekan dari Persaudaraan Remaja Islam Sunda Kelapa. Oleh Asransyah Rasyid nama tersebut dirasa terlalu panjang dan dibuanglah awalan PE sehingga menjadi RISKA saja. Pada tanggal 16 September 1976 dalam rapat anggota pleno dipilih pengurus baru periode 1976-1978 dan struktur organisasinya lebih lengkap lagi mengingat kegiatannya bertambah banyak.
|
Add your comment
| |








