Berbagi Suka Bersama DhuÂ’afa (Part 1) PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 November 2007 01:09

Teriknya panas tengah hari itu, Ahad 7 Oktober 2007, rasanya tak menyurutkan niat kami untuk berbagi suka dengan anak – anak dhuafa di wilayah Pela – Pela Tanjung Priok Jakarta Utara. Alhamdulillah, meskipun dengan bingkisan ala kadarnya, kami bisa membuat mereka tertawa bercanda dan berbagi merasakan keberkahan di bulan ramadhan.


Dengan tiga mobil yang sudah stand by sejak pukul 9 pagi di pelataran RISKA, karena ada beberapa rekan yang belum datang, kami baru bisa berangkat menuju lokasi pukul 10.00 WIB. Ketiga mobil melaju menuju lokasi melalui rute Senen, Cempaka Putih, sampai pada stasiun Tanjung Priok.

Sesampainya di Stasiun Tanjung Priok, kami masuk ke lokasi. Dalam perjalanan menuju tempat acara, kami melewati jalan setapak yang hanya bisa dilewati satu mobil dan di sebelahnya dengan jarak 1 meter, terdapat rel kereta api yang sedikit bikin takut dan deg - degan. Tapi untungnya jalur kereta itu sudah jarang dilewati oleh kendaraan baja itu.

Sesampainya di lokasi, kami parkir dekat tempat acara. Tampak bangunan mushola bercat biru berukuran 4 X 3 mtr, berdiri di pinggir rel. Musholla At Taubah namanya. Bangunannya sangat sederhana terbuat dari triplek dan beratapkan asbes yang bisa membuat ‘’mandi keringat’’ bila ada di dalamnya. Terlebih di siang hari seperti ini. Untuk mengusirnya rasa panas di dalam terdapat 2 kipas yang sangat sudah tak layak lagi. Yang satu menggantung di atas, dengan putaran kipas yang sudah tak ada anginnya, sedangkan yang satunya lagi diletakkan di bawah tanpa adanya pelindung di putaran kipasnya. Bisa membuat was – was bila oarng di dekatnya. Terlebih anak –anak.

Entah mengapa dinamakan musholla At – taubah. Kemungkinan maksud dari penamaan itu agar musholla itu bisa dijadikan tempat bertaubat bagi masyarakat sekitar yang lingkungannya sangat jauh dari aturan. Mulai dari tuna susila, buruh pelabuhan dan profesi “tangan kreatif” tinggal di lokasi sekitar musholla tersebut.

Tak sadar, kami perhatikan di dekat kami memarkirkan mobil, kami melihat rumah bertuliskan “Rumah Doa” yang di bawahnya tertuliskan ijin dari Departemen Agama. Sepintas tak aneh dengan tulisan tersebut, namun terasa ganjal bila dipikirkan.

Anak – anak kecil dengan baju kokonya yang lucu, dan dengan jilbab mungilnya yang cantik, telah menunggu kami dengan sabarnya. Kami pun langsung memulai acara sekitar jam 11.30. wib. Acara pertama, kami ajak mereka bermain game. Tampak keceriaan menghiasi wajah mereka mengikuti game yang dipandu oleh kak Kiki. Setelah waktu sholat Dhuhur tiba, acara kami break untuk sholat dhuhur berjama’ah.

Selesai sholat dhuhur, acara kami lanjutkan dengan perkenalan.

Mereka begitu bahagia bisa kenal dengan kakak-kakaknya yang peduli dengan nasib mereka. Rasanya mereka ingin sekali menjadi seperti kakak-kakanya jika sudah besar kelak. Bisa peduli, berbagi, dan bermanfaat bagi agama.

Melihat kondisi ruangan dan anak – anak yang bermandikan keringat, karena hawanya yang begitu panas. Kami pun tak berlama – lama. Setelah acara selesai, kami membagikan bingkisan untuk anak – anak berupa, baju koko (untuk anak – anak lakinya) dan mukena (untuk anak perempuannya), makanan dan amplop untuk menambah uang jajan mereka di hari raya nanti.

Mudah-mudahan dengan adanya acara seperti ini, bisa menyadarkan semua pihak, untuk bisa lebih memperhatikan anak – anak kita yang kurang beruntung dan terancam kristenisasi. Perlu diketahui, di lokasi ini, telah terjadi pemurtadan sebanyak 72 orang oleh aktifis gereja. Lalu kalau sudah begini, apakah kita menyalahkan mereka. Rasanya perlu kita renungkan kembali, sejauh mana pengorbanan kita untuk membela agama-Nya. Dan masih kah kita berdiam diri..??

Tunggu BAP selanjutnya, yang disiarkan langsung dari lokasi Tanah Abang Jakarta Pusat.

Terimakasih.
Wasalam

Alye Juntrung, Ka Dept. RRC
 

Add your comment

Your name:
Judul:
Comment:

Banner