MARI BERBAGI DAN BEREMPHATI PDF Cetak E-mail
Jumat, 29 Desember 2006 00:00

Seraut wajah kian tampak lusuh, badannya yang kurus berjalan gontai menyusuri tepian jalan Matraman Jakarta, sambil memegang perut yang menahan sakit, mungkin akibat tak diisi seharian. Ibu itu menghampiri sebuah warung yang kebetulan ku sedang makan didalamnya.

Kemudian ibu itu berbicara kepada pemilik warung, memesan makanan. Tampak Ia mengeluarkan uang dua ribuan dari sakunya. Dan kemudian sang pemilik warungpun mengambil uang tersebut dan menggantinya dengan sepiring nasi dan sepotong tempe tambah sayur.

Ketika dia menyantap makan tersebut kuperhatikan wajahnya. Ternyata, sambil menyantap makanan matanya menangis. Entah apa yang dipikirkannya, ku tak sanggup tuk bertanya. Lalu kutawarkan lauk yang lain padanya, dan si Ibu tadipun mau menerimanya, bahkan dengan lahap memakannya. Baru ketika hampir selesai kuberanikan  tuk bertanya.  “kenapa kok Ibu menangis?” dengan mata yang masih memerah dia pun menjawab bahwa sudah satu harian dia belum makan apapun. Uang yang tadi digunakan untuk membeli nasi adalah uang terakhirnya. Sebetulnya dia malu untuk meminta – minta. Tapi karena dia tak punya uang untuk hidupnya sehari – hari. Maka hal itupun dilakukan.

Tak ada tempat tujuan, tanpa ada sanak keluarga di Jakarta, setelah rumahnya dipinggir jalan digusur karena merupakan lahan hijau oleh pemerintah daerah tanpa ada uang ganti untung,. Dan akhirnya hidupnya terlunta – lunta di jalanan.

Sungguh, perjuangan hidup yang sangat keras. Seorang ibu yang sudah renta yang seharusnya sudah menikmati masa tuanya tapi harus terus berjalan dan entah harus berhenti dimana tuk tetap bisa bertahan hidup.

Tapi yang saya takjub ketika mendengar penuturan ibu tadi, bagaimana usahanya tuk tidak meminta – minta walaupun dengan kondisi yang susah. Apapun dia lakukan walaupun dengan usaha mengelap kaca mobil diperempatan lampu merah. Bahkan sering berpuasa bila tidak ada hasil yang didapatnya.

Sebuah pelajaran hidup tentang sebuah kehidupan. Dimana masih banyak sebagian dari kita yang kurang beruntung, apalagi dengan banyaknya berbagai bencana melanda, masih banyak dari sebagian kita yang masih membutuhkan uluran tangan. Mereka sebenarnya tak ada yang mau mengemis, tak ada yang mau meminta – minta. Tapi karena mereka butuh untuk tetap bertahan hidup, apapun mereka lakukan.

Seharusnya kita lebih peka terhadap mereka disekitar kita, lebih berempati melihat kondisi ini. Kita ada karena mereka, kita kaya karena ada orang – orang miskin. Untuk itulah mari kita berbagi, karena sebagian harta kita adalah hak mereka. So tunggu apalagi jika kita punya kemampuan tuk berbagi.

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS 22 :29 )

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS 22 : 36)

 
Merak, 27 Desember 2006

Menjelang Idul Adha, ide dadakan bersama teman – teman RISKA mencoba berbagi dan berempati dengan mereka di seberang pulau yang jarang merasakan makan daging. Pulau Tunda Serang, Banten.

 

Kalo mau berpartispasi  bisa ikutan di :

RISKA RESCUE CLUB

Alamat : Sekretariat Remaja Islam Sunda Kelapa Lantai Dasar MASK
Jl. Taman Sunda Kelapa , Menteng  Jakarta Pusat.

bagi yang mau berpartisipasi bisa melalui transfer ke rekening Bank Mandiri

No.   :  122-00-9206049-3
a/n   :  Hesti Darmawati

 
kalo udah transfer mohon konfirmasinya, biar bisa langsung di cek.
ato diserahkan langsung ke contact person dibawah ini :

Yunis    :  0812 10111 37

Hesti     :  0818 7510 78

daru      :  0812 879 1372 / 682 55932

Ali            :    0817 4966328

 

Add your comment

Your name:
Judul:
Comment:

Banner