RISCue “BANJIR DARURAT” PDF Cetak E-mail
Jumat, 09 Februari 2007 03:10
Jakarta underwater, 4 Februari 2007

"Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)." (Qs. Al-An’aam : 65)

    Dari berbagai pemberitaan televisi dan media lainnya, sahabat2 dapat melihat bagaimana hebatnya banjir mengepung Jakarta, bahkan sebagian dari kita juga telah menjadi korbannya. Hujan yang semestinya menjadi berkah ternyata belum bisa dikelola dengan baik oleh manusia. Sesuai Sunnatullah, bencana terjadi akibat ulah manusia itu sendiri. Banjir ibarat segerombolan radikal bebas yang mencari lubang-lubang sebagai tempat bersemayam yang terampas, yang intinya untuk memenuhi hukum keseimbangan alam.


    Memang gak ada habisnya kalau kita cuma bisa berspekulasi, tetapi yang dibutuhkan adalah tindakan nyata untuk berbuat secara bijak mengatasi bencana rutin ini yang gak tau sampai kapan terjadi. Untuk saat ini mungkin baru uluran tangan yang bisa dilakukan. Kemarin Hari Minggu tanggal 4 Februari 2007 beberapa Riskader berusaha mengunjungi sahabat-sahabat kita yang menjadi korban dan memberikan sedikit bantuan yang telah terkumpul. Start dari MASK jam 11.30 dengan mengendarai jip, motor dan MASK yang meraung-raung (). Kemudian kami mampir ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan dan minuman untuk disumbangkan.

    Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah daerah Cikini (dekat RS Cikini), dimana empat orang sahabat kita tinggal. Disana kami melihat betapa ganasnya air masuk ke pintu-pintu  rumah warga tanpa permisi. Air berwarna coklat setinggi pagar bahkan lebih, dengan arus yang deras, membuat warga harus meninggalkan rumahnya. Namun betapa beruntungnya umat Muslim memiliki masjid-masjid yang dapat digunakan sebagai tempat perlindungan terakhir para pengungsi.

    Setelah mengunjungi Cikini, kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan utama lokasi banjir Kebonbaru, Tebet, tetapi karena dimana-mana terhalang banjir, mampirlah kami terlebih dahulu ke titik banjir lainnya yaitu Kelurahan , dipandu oleh dua pengendara motor yang lihai, serta dikawal ambulan yang masih saja meraung-raung (agak-agakgimana gitu). Beberapa RT terendam air membuat sebagian warga mengungsi ke sekolah terdekat, untungnya arus air tidak se-deras seperti di daerah Cikini tadi.

    Kemudian baru kami lanjut ke Kebonbaru, Tebet, untuk mengunjungi dua sahabat yang lain. Banjir yang dulu biasanya tidak lebih dari selutut sahabat RISKA tersebut, kini naik level menjadi se-atap pada saat puncak banjir terjadi, itu baru bagian sisi depan, tapi kalau masuk ke dalam lagi, karena kondisi jalanan menurun, rumah sebagian warga mungkin sudah tidak terlihat lagi. Masih ada beberapa warga yang belum dievakuasi dan berdiri di genteng rumah saat kami datang. Banjir di daerah tersebut diberitakan sudah menelan 3 jiwa orang.

    Kesemuanya yang pasti, meninggalkan kesedihan yang mendalam, juga ketakutan, kelaparan, kerusakan dan penyakit yang membayangi para pengungsi dan warga.

Ya Allah kuatkanlah kami menghadapi cobaanMu..

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Qs. Al Baqarah : 155).

Mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

YR

 

 

 

Add your comment

Your name:
Judul:
Comment:

Banner