| RISCUE BERBAGI LAGI |
|
|
|
| Rabu, 23 April 2008 21:21 | |||
|
Tak ada yang bosan dengan kegiatan RISCUE, nampaknya itu yang tergambar dari aksi 13 April 2008 yang lalu. Meskipun acara biasa, namun itu merupakan hal yang luar biasa bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang RISCue kunjungi di wilayah perkampungan nelayan Marunda Cilincing Jakarta Utara. Memang, dalam kegiatannya, RISCue selalau berpindah-pindah dari satu lokasi kumuh ke daerah minus lainnya yang ada di berbagai wilayah Jabotabek. Mulai dari komplek DPR (Daerah Pinggir Rel -Tanah Abang & Pela-pela- ) sampai ujung kulon Selat Sunda (Pulau Tunda, Serang Banten) telah RISCue sambangi untuk berbagi dengan masyarakat setempat. Sehingga wajar jika bocah-bocah pinggiran Jakarta ini nampak riang mengikuti acara yang digelar mengingat mereka belum pernah bertatap muka dengan volounteers RISCue yang selalu membuat senang anak-anak. Bertempat di sebuah sekolah TK Islam Al Jannah, RISCue kembali beraksi setelah sekian lama diam dalam peraduan karena kesibukan masing-masing volounteersnya. Namun, meskipun demikian, hal itu tidak menyurutkan niat RISCue untuk memberikan yang terbaik pada anak-anak muslim. "Apa kabar adik – adik..?" Tanya Kak Kiki di awal pembicaraan acara. "Baickk.." Jawab bocah-bocah nelayan serentak. Kak Kiki yang malang melintang memimpin acara RISCue tak sungkan-sungkan langsung akrab dengan mereka. " Kalau di RISKA ney, kalau ditanya apa kabar, jawabnya, Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar.!!". Jelasnya panjang lebar. Anak-anak yang kebanyakan berusia SD itu pun menganggukkan kepala tanda mengerti apa yang Kak Kiki katakan."Sekali lagi ya". Ajak dara manis ini semangat. "Pakabar adik - adik..?? Dengan suara lantang menggema, serentak mereka menjawab" Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar.!!. Subhanallah, begitulah gambaran di awal acara RISCue yang digelar hari Ahad tempo lalu. Dengan membawa 30 paket santunan berupa mukena, baju koko, makanan ringan, dan amplop, tim relawan RISCue "turun gunung" menemui 30 anak – anak yatim dan dhu'afa, dua golongan yang Insya Allah akan memberikan kemulyaan bagi mereka yang peduli dengannya. Acara yang bertemakan RISCue Berbagi Lagi ini memberikan sedikit semangat mereka, anak – anak urban yang mayoritas berasal dari keluarga pekerja nelayan untuk belajar lebih giat. Tak banyak yang mereka harapkan, kecuali hanya sekedar untuk bisa sekolah dan belajar mengaji. Namun, nampaknya kehidupan yang keras dan himpitan ekonomi memaksakan mereka harus banting tulang membantu ekonomi orang tuanya. Tak sedikit diantara mereka yang harus bekerja mengupas kerang setelah mereka menunaikan kewajiban belajarnya di bangku sekolah. Uang dua puluh lima ribu rupiah baru mereka kantongi untuk orang tua setelah sore hari menjemputnya. "Disini anak – anaknya kebanyakan pagi sekolah, pulang sekolah, terus kerja ngupas kerang" Kata ibu yang biasa disapa dengan panggilan Ibu Eni ini. Ibu alumni STAIN Ciputat ini sudah berkecimpung di wilayah tersebut sejak tahun 1999. "Awalnya TK ini numpang di sekolah SD.". Katanya kepada tim RIScue mengenang awal perjuangannya. "Dan sekolah TK ini, didirikan karena ingin mencounter gerakan missionaris Kristen yang memberikan pendidikan murah ke anak – anak nelayan untuk selanjutnya dimurtadkan". Tambahnya sedih. Dalam kegiatannya, lanjutnya, para "pengembala" tersebut mengajak "domba- domba yang tersesat" untuk belajar di sekolah TK Lumba – Lumba tanpa dipungut biaya sepeserpun. Dan dalam waktu berkala, para missionaris memberikan bantuan santunan berupa sembako dan paket lainnya. "Alhamdulillah dengan bantuan berbagai pihak, saya tetap eksis membina masyarakat sekitar sini terutama anak – anak". Ucapnya lega. Dan kini hal itu bisa disaksikan dengan berdirinya sebuah bangunan TK Islam untuk kaum dhuafa yang bisa dijadikan sarana dakwah beliau membina masyarakat setempat. "Anak – anak yang tadi ikutan acara, itu kebanyakan alumni TK sini" Katanya sedikit bangga. Anak-anak yang RISCue santuni memang sudah tampak akrab dengan ibu Eni. Terlihat ada hubungan emosional yang erat antara guru dan mantan anak didiknya. Setelah dirasa cukup dan acara selesai, tim volounteers RISCue ngelancong ke tempat-tempat pembelahan kapal dan penjemuran ikan asin. Cuaca cukup panas tak begitu digubris oleh RISCue untuk mengabadikan diri berpoto ria di depan kapal Lavina yang tenggelam di perairan muara gembong beberapa waktu lalu. Tempat ini memang dijadikan sebagai pusat pembelahan kapal yang sudah tak terpakai atau pun kapal yang sudah tenggelam. Masing – masing diri pun mengambil posisi untuk enak dilihat dalam framing poto dan selanjutnya, jeprett…wajah – wajah narsis pun masuk dalam memori personal kamera. Pemotretan di bangkai – bangkai kapal selesai. Perjalanan pemotretan selanjutnya beralih ke tempat berikutnya, di pinggir pantai Marunda yang terkena abrasi akibat air laut yang meninggi. Beberapa meter bangunan dipinggir pantai tampak hancur akibat terjangan tsunami kecil tersebut. Tak ada korban dalam peristiwa yang terjadi di pagi hari itu. Warga hanya kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga lainnya. Kini warga yang mayoritas jadi kuli pengupas kerang itu tinggal di rumah-rumah saudara mereka yang tak jauh dari lokasi musibah. "Ombaknya besar, dan adanya kalau pagi hari saja". Kata ibu Eni yang juga memandu RISCue mengunjungi lokasi kejadian. Tak banyak bantuan yang diterima korban pasca bencana. Setelah beberapa media meliput bencana tersebut dan menurunkan berita ke masyarakat, bantuan pun baru dirasakan oleh para korban. " Mulai dari pemerintah sampai LSM baru ngasih bantuan ke sini". Katanya lagi. "Tadinya warga meminta bantuan ke kelurahan, tapi jawab pihak sana malah bilang, salah sendiri, kenapa tinggal disitu" Kata ibu Eni kesal. Dengan berakhirnya kunjungan pinggir pantai tersebut, anjangsana sosial RISCue di daerah Marunda selesai sudah. Kini, nampaknya masih banyak peristiwa belum diketahui oleh kita yang menimpa saudara – saudara seiman di berbagai daerah sekitar kita. Mudah – mudahan hal ini bisa menambah sifat syukur kepada sang pencipta dengan cara saling berbagi dan empati dengan sesama. Sehingga apa yang diberikan ke mereka bisa melupakan sedikit beban hidup yang diemban. Aminn. Tak lupa kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada temens2 yang membantu kesusksesan acara ini. Semoga Allah membalas apa yang diberikan dengan surga-Nya kelak. Amin. Untuk lebih seru lagi, nantikan aksi RISCue berikutnya. Insya Allah lebih berkesan dan lebih berpahala. Salam, RISKA RESCUE CLUB.
Ali al Fakier
|
Add your comment
| |









