RISCue visit to Muara Gembong PDF Cetak E-mail
Jumat, 23 Februari 2007 00:12

Jakarta underwater, 17 Februari 2007

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul.


Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga) Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. At Taubah : 99

Setelah melakukan bakti sosial korban banjir pada 4 Februari 2007 lalu, Riscue kembali melakukan bakti sosial korban banjir untuk kedua kalinya. Kali ini kami berkunjung ke kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Hal ini berawal dari sebuah telepon dari Bapak Hasyim, pengurus sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah di Muara Gembong, yang menyatakan kampungnya terendam banjir sehingga sangat membutuhkan bantuan. Sebelumnya, pada tahun 2004 yang lalu RISKA pernah melakukan baksos ke sana dalam rangkaian acara RBR, yang memang tanpa ada banjir pun mereka adalah orang-orang yang perlu dibantu, apalagi dengan adanya bencana banjir ini. Berdasarkan hal tersebut, kami sepakat untuk bersilaturahmi dan berkunjung ke sana.

Pada pagi yang cerah Sabtu 17 Februari 2007, sekitar pukul 9.30, akhirnya kami berangkat dengan menggunakan 2 mobil. Bantuan yang kami terima cukup beragam, mulai dari uang -yang kemudian kami belikan bahan makan, perlengkapan mandi, alat tulis dll-, lalu pakaian bekas maupun baru, susu, sampai pada tas sekolah anak-anak dan boneka. Dengan model bantuan seperti ini rasanya cocok untuk disalurkan di Muara Gembong yang dihuni oleh 100 KK, dengan sentral kegiatan berada di sekolah madrasah tsb.

Perjalanan cukup jauh, pameo ’malu bertanya sesat dijalan’ pun berlaku saat itu. Sepanjang perjalanan pun kami melihat sisa-sisa banjir yang sempat melanda Bekasi pada 2-5 Februari yang lalu. Lokasi Muara Gembong dipisahkan oleh sungai Ciherang, yang meluap pada saat banjir bandang datang. Ketika kami tiba pada pukul 12.30 pun, kami harus menyusuri sungai Ciherang dengan menggunakan perahu kecil. Biasanya untuk mecapai Muara Gembong, menyebrang dengan menggunakan getek pun bisa, namun karena akses jalan ke lokasi penyebrangan tertutup lumpur maka kami harus menghentikan kendaraan beberapa puluh meter sebelum lokasi, dan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan perahu. Lokasi yang susah terjangkau inilah yang mambuat Muara Gembong terisolasi sehingga bantuan jarang ’bertandang’ ke sana.

Kemudian sampailah kami di kecamatan Muara Gembong. Jalanan becek menyambut kami, bahkan salah satu Riskader sempat kejeblos di sana. Beberapa keluarga sudah menunggu kami rupanya, dan warga bergotong royong membawa kardus-kardus berisi bantuan. Memang bantuan yang ada tidak seberapa, tetapi cukup mempunyai arti yang besar bagi mereka. Selanjutnya kami melepas lelah di mushola depan madrasah, yang menjadi pusat kegiatan warga. Ubi goreng, bakwan goreng dan kacang yang disajikan pun tak berlama-lama berada di atas piring langsung pindah ke perut kami (lapar apa doyan?). Setelah beramah-tamah dan bercerita mengenai kondisi terakhir, kami lalu shalat dan pamit pulang. Semoga bantuan ala kadarnya yang tidak seberapa dapat itu bermanfaat atau setidaknya menghibur mereka.

Namun, tidak hanya sampai disini masih banyak hutang kami yang belum dilaksanakan. Insya Allah next session. Mohon maaf jika ada kekurangan.

Terima kasih

Wassalamualaikum Wr. Wb.

a.n. RIScue

Thx To. All Riskader, MASK, Andika yang rela meminjamkan mobilnya, Donatur berupa uang (see Laporan penerimaan), Donatur barang : Kikie, Lisa dan seluruh donatur yang belum tersebut namanya, maupun yang udah ngedoain kita semua, n tim Riscue yang semoga tetep kompak.

Tim Riscue yang berangkat :

Ali, Andi, Daru, Fendi, Firman, Hesti, Irham, Lely, Noval, Rosita, Una, Yunis

 

 

Add your comment

Your name:
Judul:
Comment:

Banner